Tampilkan postingan dengan label My Experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Experience. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2012

Rektor Cup 2012 Bidang Karya Tulis


Universitas Muhammadiyah Malang - Guna menumbuhkan keterampilan menulis mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Ilmiah (UKM FDI) menyelenggarakan persentasi serangkaian acara lomba bidang penalaran Rektor Cup 2012 di Aula Masjid AR.Fachruddin Lantai II (19/5). Lomba tersebut meliputi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan Essay.

Dyah Karmiati, Pembantu Rektor (PR) III yang hadir untuk membuka acara mengapresiasi kegiatan tersebut, karena peminat lomba bidang penalaran cukup banyak. Dengan memilih tema lomba yang berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai agent of change itu.

Dyah berharap mahasiswa dapat mengevalusi dan menata kembali perannya. “ Pada prinsipnya pembuatan karya dalam kompetisi ini bukan hanya berakar pada nalar, namun hati juga patut dilibatkan, “ pungkasnya. Lomba itu diikuti oleh 54 peserta, bauk perorangan maupun tim dari seluruh fakultas. Pada lomba penulisan itu, peserta diwajibkan melakukan persentasi atas karya yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Selasa, 20 Maret 2012

Menggambar

Menurut Ernest R. Hilgard dalam Sumardi Suryabrata (1984) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Sama halnya dengan apa yang aku alami, aku merasa belajar apabila telah menemukan sesuatu yang baru dalam mindset-ku. Tak lupa pula aku bersyukur kepada ALLAH SWT yang selalu memberikanku kesempatan untuk terus belajar.
Semester ini, aku mendapat pelajaran desain dan animasi grafis. Pelajaran yang asing pada awalnya ditelingaku. Beruntung aku setelah kuliah di UMM mendapatkan pelajaran ini. Yah walaupun tidak hebat-hebat banget aku dibidang ini, tetapi sangat besar pengaruhnya dalam hidupku. Ini adalah hasil dari beberapa ciptaan yang dapat aku buat dari software photoshop. Mohon maaf jika ada salah kata dan saya tidakbermaksud merendahkan siapa pun tentang adanya gambar ini. Terima kasih. ^_^

Karya Pertamaku:

Minggu, 17 Juli 2011

Aplinet #1

Beberapa hari setelah pengumuman, aku dan teman-teman terpilih memulai pelatihan menjadi seorang instruktur. Setiap kelas terdapat dua instruktur atau penanggungjawab atas praktikan-parktikannya (peserta peatihan). Membawakan dan menjelaskan serta menuntun parktikannya kepada materi selama ± 6 hari pelatihan. Banyak pelajaran yang aku dapat, baik dari cara pengajaran, cara penguasaan materi dan masih banyak lagi yang masing-masing instruktur maupun praktikan memiliki keunikan tersendiri.

Pekan Pertama
Patnerku pada gelombang I pada pekan pertama adalah Hasymi. Dia adalah kakak tingkatku, hanya saja beda jurusan, aku di matematika dan dia di informatika. Dia juga merupakan asisten laboratorium di laboratorium informatika. Sedikit sungkan mungkin iya, karena dia pasti lebih berpenglaman. Salah sedikit mungkin bisa digampar. Terlebih ini adalah pengalaman pertamaku, yang pastinya akan terasa berat pada awal.

Tetapi setelah berjalan, ternyata orangnya asik, smart, maklum anak IT, jadi istilahnya tuh mungkin udah hafal mati tentang computer dan tahu seputar perkembangan teknologi. Banyak yang aku pelajari dari dia. Ya itu tadi, wawasannya tentang teknologi.

Selasa, 01 Februari 2011

Pondok Pesantren Kilat

Apa sih p2kk itu?
Yup, emank itu juga yang aku tanyakan. Kalau dari singkatannya sih p2kk tu program pembentukan kepribadian & kedisplinan, tapi kalian bakal tau ko’ apa itu p2kk. Kampus lain egngga bakalan ada, ini adalah ponpres kilat unmuh malang.
Awal keberangkatanku kerusunawa (tempat p2kk), aku dan beberapa temanku janjian untuk berangkat bareng di GKB 2. Setelah pada ngumpul semua, jalan deh kita menelusuri garis jalan yang ada. Sampai disana bingung lagi nech kita, harus check in kelas ma check in kamar, panjaaaaang banget antrinya. Dan akhirnya selesai juga tuch check in. Sekitar jam 1 kita semua peserta p2kk ngumpul untuk acara pembukaan. Selesainya dari acara tersebut kita pun masuk ke kelas masing-masing. Kebetulan aku, hamim, yoni, dan devi bersama dalam kelas al-ghazali. Dan diadakanlah pemilihan kepala suku, eh ternyata aku yang dipilih sama masyarakat di kelas itu. Menjalani hari-hari di rusunawa emank hal yang baru bagi kami, khususnya bagi aku. Walaupun nyaris sama ma paskibraka, yang makannya ngantri yang menunya apa adanya, dan mandinya sudah pasti ngantri juga. Pokonya lebih extrimlah daripada paskibraka. Paskibraka mah enak tidur jam 10 terus bangunnya jam 5, nah p2kk tu tidurnya sama jam 10 tapi bangunnya jam setengah 3. Apa coba bedanya? Yang bedain tu shalat tahajudnya. Asik gak tuch, awalnya sih gak asik tapi 5 hari berlalu ko’ jadi ketagihan ya? Yeah walapun berat bangunnya. He……he…..

Sabtu, 01 Mei 2010

Aku Sudah dewasa

Berawal ketika aku hendak menginjak bangku perkuliahan. Kata wali kelasku, jurusan yang akan kita ambil adalah penentu masa depan kita. Sejak itu aku mulai memikirkan bagaimana nanti jalan kehidupan masa depanku. Dengan sering bertanya baik kepada guru maupun kakak-kakak kelas yang sudah terjun di dunia perkuliahan. Dengan menanyakan hal-hal seputar biaya pendidikan, daya tarik universitas, prestasi universitas, mutu pengajar dan pendidikan, dll. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk kuliah di perguruan tinggi swasta yaitu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan FKIP Matematika dan Komputasi.
Semua konflik berawal dari sini, ketika guru dan teman-teman tahu bahwa aku memilih universitas swasta. Berbagai komentar pedas yang masuk di telingaku tidak membuatku merubah keputusanku. Begitu pula dengan orang tuaku yang menginginkan aku untuk kuliah di perguruan tinggi negeri dan mengambil jurusan Keperawatan.

Senin, 17 Agustus 2009

Paskibraka Kaltim 2009

SAMARINDA - “Tugas belum selesai, kembali ke barisan,” teriak Bambang Subagio, salah satu pembina paskibraka, sesaat setelah kelompok berjumlah 38 orang itu sukses menjalankan tugasnya. Teriakan bernada perintah itu memang terdengar nyaring. Tapi, histeria pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka), ternyata masih lebih nyaring.

Pasalnya, beban berat baru saja lepas anggota paskibraka. Giliran haru biru dengan linangan air mata. Saling berpelukan, saling memberi selamat. Latihan plus karantina selama 17 hari tidak sia-sia. Paskibraka sukses mengantarkan merah putih menatap langit biru, di hadapan orang nomor satu di Kaltim.

Suasana ini terlihat saat peringatan detik-detik proklamasi di lapangan parkir Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Tampilan Paskibraka itu, tak pelak mendapat aplaus dari peserta upacara. “Wah, selamat ya. Bagus sekali tadi,” puji Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Tak Kenal Menyerah

Cerita ini adalah sisi lain dari ceritaku yang judulnya “IKAPINSA-KU”. Dimana ini adalah jenjang dari organisasi nasionalisme, sebut saja PPI. PPI singkatan dari Purna Paskibraka Indonesia. Yang mana apabila kita ingin bergabung dalam organisasi ini, kita harus mengikuti seleksi semi-militer yang nantinya akan dijadikan seorang PASKIBRAKA (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka).
Berawal dari IKAPINSA itu sendiri yang membuat aku tertarik terhadap PASKIBRAKA dan khususnya PPI itu sendiri. Disaat itu PPI mengadakan kegiatan mingguan yang dinamakan LatGab (Latihan Gabungan). Dimana dalam latihan itu, semua siswa SMA sederajat berkumpul menjadi satu untuk mengikuti latihan tentang kedisiplinan, LKBB, PBB, latihan fisik, dll (sama halnya dengan IKAPINSA).

Minggu, 08 Maret 2009

Ikapinsa-Ku

Disekolahku ada banyak organisasi. Kebetulan yang juga ikut bergabung dibeberapa organisasi. Sebut saja IKAPINSA, IKAPINSA singkatan dari Ikatan Pengibar Intra Sekolah. IKAPINSA adalah suatu organisasi dimana secara garis besar kita diajarkan bagaimana cara menjadi orang yang disiplin. Tidak sampai disitu, IKAPINSA juga memiliki konsep seperti organisasi-organisasi lain yang memiliki aliran nasionalisme.Ceritaku berawal dari tinggi badanku, yang membuatku terpanggil untuk masuk kedalam organisasi ini. Menjadi anggota sudah pasti untuk pemula seperti aku. Disini aku diajarkan tentang kedisiplinan, LKBB, PBB, latihan fisik, dll. Berat memang menjadi anggota, selalu diperintah oleh senior.
Tetapi setelah aku menjadi senior, aku mulai sadar bahwa menjadi anggota itu tidaklah seberat menjadi senior. Menjadi senior jauh lebih berat, karena disini kita dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan didalam berorganisasi, dituntut menjadi seorang guru yang melatih para anggotanya, dituntut menjadi seorang pemimpin bagi teman-teman satu sekolahnya, dan masih banyak lagi tuntutan-tuntutan yang harus dipenuhi.