Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Agustus 2014
Jumat, 03 September 2010
Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) UMM
FKIP : Terbanyak dan Terbaik
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak pernah berhenti mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan Tanah Air. Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbesar di Malang Raya ini kenmbali menggodok 6.000 mahasiswa baru (maba) angkatan 2010/2011. Kelak setelah terjun ke masyarakat, mereka diharapkan mampu menjadi intelektual muda yang bertanggung jawab dan berkeadilan. Jumlah 6.000 maba UMM ini adalah hasil seleksi akademik dari berbagai tes yang dipersiapkan panitia penerimaan maba tahun 2010/2011. Tahap awal pembentukan karakter itu dimulai dari program Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA), Rabu-Jum’at (1-3/9).
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tetap menjadi primadona bagi mahasiswa baru (maba) yahun ini. Hal itu dibuktikan dengan bertahanya fakultas tersebut diurutsn pertama sebagai fakultas dengan jumlah maba terbanyak di UMM, yakni mencapai 1200 mahasiswa. Pelaksanaan Pesmaba FKIP yang berlangsung di Dome UMM selama tiga hari (1-3/9) sekaligus membawa fakultas tersebut menjadi penyelenggara Terbaik 1 Pesmaba 2010-2011.
Rabu, 28 April 2010
PTS Tidak Kalah Dari PTN
Pendahuluan
Hampir di luar kesadaran kita bahwa keberadaan perguruan tinggi di Indonesia selama ini mengalami dualisme. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di satu sisi dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berada di sisi lain. Runyamnya, pertumbuhan kedua kubu tidak berjalan beriringan. Seolah-olah PTN yang berjalan duluan, sementara PTS “membonceng” di belakang. Anggapan seperti ini didukung oleh beberapa kenyataan, yaitu:
Pertama, sebagian besar PTS dirintis dan didirikan oleh para dosen yang bekerja tetapnya di PTN. Di samping alasan-alasan idialis, pertimbangan-pertimbangan yang lebih bersifat pragmatis juga ikut mendorong berdirinya PTS-PTS tadi. Yang termasuk pragmatis di sini misalnya, untuk menyalurkan kelebihan waktu dan kesempatan yang dimiliki oleh para dosen negeri, yang itu berarti sekaligus memberi tambahan penghasilan bagi mereka.
Disamping itu, didirikannya PTS adalah untuk menampung calon-calon mahasiswa limpahan. Setelah mereka gagal menjadikan PTN sebagai alternatif pertamanya. Mengingat daya tampung itu diperkirakan rata-rata hanya 12% dari jumlah peminat masuk perguruan tinggi. Besarnya jumlah calon mahasiswa yang tidak tertampung di PTN ini mendorong cepat membesarnya jumlah PTS yang didirikan.
Langganan:
Postingan (Atom)


